Apa Arti Quilting Bee?

Apa arti quilting bee?

Jika kamu berlatih soal TOEFL Longman pada Reading Comprehension Skills 6-7, kamu akan mendapati sebuah istilah quilting bee. Apa arti quilting bee ini?

Quilting bee tidak ada hubungannya dengan lebah. Quilting bee adalah sebuah budaya orang Amerika jaman dahulu kala dimana mereka mengadakan acara perkumpulan.

Orang-orang tersebut berkumpul membuat sebuah karya seni dimana pembuatan tersebut biasanya dilombakan.

Konsep dan Pola Pikir Muhammad Iqbal Tentang Pendidikan

Muhammad Iqbal senantiasa berupaya mereformasi pemikiran agama dengan menanamkan dan membudayakan rasionalitas. Menurutnya, rasionalitas sudah menyatu dengan Islam sejak zaman kenabian. Iqbal yang menguasai ilmu-ilmu logika lantas mengkritisi metode logika ala Yunani kuno. Al-Qur’an menyeru kita untuk menuntut ilmu. Sayangnya, umat Islam lalai akan seruan itu. Mohammad Iqbal meyakini bahwa tertutupnya pintu ijtihad yang merupakan ajang pengembangan dari pemikiran Islam yang sebenarnya telah mengakibatkan stagtansi pemikiran di tengah masyarakat Islam. Karena itu, jika pintu ijtihad yang benar dibuka khususnya dalam kasus-kasus yang disepakati oleh umat Islam, akan terbentang jalan bagi umat Islam menuju ke arah kemajuan.
 
Dalam paradigma Muhammad Iqbal sendiri tentang pendidikan Islam, beliau berpendapat bahwa pendidikan Islam sangat modern. Muhammad Iqbal menjadikan hakikat ego atau individualitas sebagai dasarnya dan menjadi alas penopang keseluruhan struktur pemikirannya. Masalah ini dibahas dalam karyanya yang ditulis dalam bahasa Persia dengan bentuk matsnawi berjudul Asrar-i Khudi; kemudian dikembangkan dalam berbagai puisi dan dalam kumpulan ceramah yang kemudian dibukukan dengan judul The Reconstruction of Relegious Thought in Islam. Menurut Iqbal, khudi, arti harfiahnya ego atau self atau individualitas, merupakan suatu kesatuan yang riil atau nyata, adalah pusat dan landasan dari semua kehidupan, merupakan suatu iradah kreatif yang terarah secara rasional. Arti terarah secara rasional, menjelaskan bahwa hidup bukanlah suatu arus tak terbentuk, melainkan suatu prinsip kesatuan yang bersifat mengatur, suatu kegiatan sintesis yang melingkupi serta memusatkan kecenderungan-kecenderungan yang bercerai-berai dari organisme yang hidup ke arah suatu tujuan konstruktif. Iqbal menerangkan bahwa khudi merupakan pusat dan landasan dari keseluruhan  kehidupan. Hal ini tercantum pada beberapa matsnawinya dalam Asrar-i Khudi. Untuk memperkuat ego dibutuhkan cinta (intuisi) dan ketertarikan, sedangkan yang memperlemahnya adalah ketergantungan pada yang lain. Untuk mencapai kesempurnaan ego maka setiap individu mesti menjalani tiga tahap. Pertama, setiap individu harus belajar mematuhi dan secara sabar tunduk kepada kodrat makhluk dan hukum-hukum ilahiah. Kedua, belajar berdisiplin dan diberi wewenang untuk mengendalikan dirinya melalui rasa takut dan cinta kepada Tuhan seraya tidak bergantung pada dunia. Ketiga, menyelesaikan perkembangan dirinya dan mencapai kesempurnaan spiritual (Insan Kamil).
 
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa esensi pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal adalah sebagai pengupayaan perubahan ke arah yang lebih baik, yang mengarah pada pengembangan, menurut tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, meniscayakan pendidikan berorientasi pada masa depan masyarakat, bukan masa sekarang, dan atau hanya sekedar pelestarian nilai-nilai semata. Masyarakat sebenarnya tidak bisa dipandang sebagai sebuah sistem yang kaku. Hal ini dikarnakan didalamnya terdapat jaringan-jaringan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang bermuara pada sebuah peristiwa yang bergerak kearah perubahan-perubahan.

Dalam konteks pendidikan, gerakan perubahan suatu masyarakat dan sosial lebih diarahkan pada uapaya bagaimana penyelenggaraan pendidikan diorientasikan untuk menjawab ragam persoalan dan kebutuhan masyarakat dalam gerak bangun kemajuan diberbagai sektor kehidupan. Pendidikan mestinya harus diselenggarakan atas dasar prinsip-prinsip epietemologi yang bener-benar merupakan refleksi nyata atas model gerak manusia dalam mengatur diri dan kediriannya agar dapat benar-benar berfungsi dan difungsikan sebagai penggerak potensi perubahan dan kemajuan diberbagi sektor. Dalam konteks dunia pendidikan, pendidikan persekolahan merupakan wadah strategis dalam mempercepat lahirnya perbaikan-perbaikan dalam berbagai bidang kehidupan ditengah-tengah masyarakat, baik dalam konteks pengembangan individu-individu yang bergabung dalam suatu tatanan masyarakat, maupun dalam konteks kolektifitas dan kelembagaan yang meniscayakan munculnya masyarakat baru yang lebih arif dan tanggap untuk berbuat sesuatu yang mengarah pada perbaikan-perbaikan taraf hidup di berbagai lini. Namun dibalik itu semua, sistem pendidikan mestinya tidak memenjarakan kebebasan dan kreatifitas para pemburu ilmu pengetahuan.
 
Dari penjelasan tersebut jelas antara kaum Rekonstruksionisme dengan Muhammad Iqbal jelas mempunya perhatian yang sama terhadap pendidikan. Hanya saja kaum rekonstruksionisme lebih banyak mengkritik dan memberikan ide-ide terhadap dunia pendidikan secara umum. Sedangkan Muhammad Iqbal sangat mengharapkan perubahan dan merekonstruksi pendidikan islam yang sudah sangat mengkhawatirkan. Melalui filsafat ego nya Muhammad Iqbal mencoba memberikan pandangan-pandangan dan kritik yang membangun terhadap dunia pendidikan. Bila diarahkan pada konteks sekarang ini, dimana pendidikan islam jelas-jelas sudah berada dalam masa yang sangat kritis dan mengkhawatirkan. Dan situasi ini jelas-jelas sangat membutuhkan rekonstruksi terhadap sistem pendidikan islam. Dan pada akhirnya yang harus bertanggung jawab dalam rekontruksi ini bukan hanya Muhammad Iqbal, namun kita semua. Yaitu para pendidik, orang tua, masyarakat, dan semua sistem yang ada harus diperbaiki.

*Oleh: Jeeny Rahmayana, M.Pd.I 
*Penulis adalah Ketua Prodi & Dosen Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai-Riau

Tips Supaya Tidak Tidur Setelah Sahur

Tidur setelah sahur memang enak. Perut kenyang mata jadi ngantuk. Ambil bantal, maka dijamin langsung dibuai.

Akibatnya subuh jadi kesiangan. Bahkan bisa gak subuh karena malas bangun.

Bagaimana caranya supaya tidak tidur setelah sahur? Simak tips berikut ini:

1. Mengakhiri sahur
Sahurlah mendekati waktu imsak atau subuh. Sahur 20 menit sebelum waktu berhenti makan dan minum akan membantu mata tetap terjaga hingga pagi.

2. Tidak makan terlalu kenyang
Makan secukupnya akan membuat mata tetap siaga hingga pagi.

3. Jalan santai
Jalan santai sambil menghirup udara pagi akan membuat tubuh tetap segar

4. Menghindari tempat yang memancing tidur
Jangan berkutat di tempat yang memancing mata untuk tidur. Tempat tidur, sofa empuk adalah tempat yang bisa membuat ingin memejamkan mata

5. Mandi
Mandi di pagi hari akan membuat tubuh segar dan menjaga tetap bangun di pagi hari

Niat Puasa Ramadhan dan Artinya

Niat puasa ramadhan dan artinya.

"Nawaitus Shaumaghadin 'An Ada'i Fardhissahri Ramadhona Hadidhis Sanaati Lillahi Ta'ala"

Artinya:
"Saya berniat berpuasa wajib bulan Ramadhan pada tahun ini karena Allah yang Maha Tinggi"

Hari Libur di Amerika Serikat

Hari libur di Amerika Serikat disebut juga Bank Holiday karena kegiatan perbankan juga diliburkan pada hari tersebut.

Apa saja hari libur nasional Amerika Serikat. Berikut ini urutanya dalam satu tahun berdasarkan rilis daftar hari libur dari PayPal tahun 2015.

Hari LiburTanggalHari
New Year's Day1 Januari 2015Kamis
Martin Luther King Jr. Day19 Januari 2015Senin
Presidents' Day16 Februari 2015Senin
Memorial Day25 Mei 2015Senin
Independence Day4 Juli 2015Sabtu
Labor Day7 September 2015Senin
Columbus Day12 Oktober 2015Senin
Veterans Day11 November 2015Rabu
Thanksgiving26 November 2015Kamis
Christmas25 Desember 2015Senin

Perbedaan yang sangat mencolok dengan Indonesia adalah tanggal hari libur nasional tersebut bisa berubah-ubah karena ditetapkan setiap hari Senin pada bulan-bulan tertentu, kecuali New Year, Veteran, Thanksgiving dan Christmas.

Contohnya Memorial Day selalu dirayakan pada bulan Mei pada hari Senin pekan terakhir. Kalau tahun 2015 ini tanggal 25 Mei, maka tahun 2016 yang akan datang bisa berubah tanggalnya.

Sementara di Indonesia hari libur tetap. Seperti hari buruh setiap tanggal 1 Mei. Maka kemungkinan ada penumpukan hari libur setiap tahunnya.

Bagaimana Cara Belajar Bahasa Inggris dengan Lagu?

Lagu adalah salah satu media yang menyenangkan untuk belajar Bahasa Inggris. Lagu menjadi menyenangkan karena di dalamnya ada irama dan nada yang membuat otak menjadi lebih rileks untuk belajar. 

Bagaimana caranya belajar Bahasa Inggris dengan lagu?

Pertama kali tentukan lagu yang ingin dipelajari. Pilih lagu yang mudah dicerna dan tidak susah didengarkan. Sebagai rekomendasi bisa memilih lagu dari Taylor Swift atau Adele yang mempunyai tempo sedang dan lambat.

Kedua cetaklah lirik lagu yang dipilih. Tandai beberapa kata yang belum pernah didengar. Carilah artinya dalam kamus.

Ketiga cobalah menerka makna kalimat dalam lagu tersebut. Ini berguna untuk menghayati pesan yang ingin disampaikan oleh lagu.

Keempat putarlah lagu sambil ikut menyanyikannya. Usahakan pengucapan disamakan dengan penyanyi sehingga lidah terlatih.

Kelima hafalkan jika perlu dan bernyanyilah dengan penjiwaan sehingga meresap makna. Ini berguna meningkatkan kemampuan menyerap makna bahasa asing.

Tujuan Pendidikan Menurut Muhammad Iqbal

Menurut Muhammad Iqbal, pendidikan Islam bertujuan untuk membentuk pribadi Muslim yang memiliki kepribadian kenabian, yang memiliki orientasi vertikal dan horizontal sekaligus. Akan tetapi produk pendidikan Islam jusru menyumbang berbagai persoalan (meski bukan satu-satunya) dalam hubungannya dengan realitas sosial. Prilaku-prilaku destruktif sering diwujudkan dalam konflik komunal. Dalam salah satu sajaknya, Muhammad Iqbal mengkritik sistem pendidikann yang berlaku pada saat ini:

Aku tamat dari sekolah dan pesantren penuh duka,
Disitu tidak kutemukan kehidupan,
Tidak pula cinta,
Tak kutemukan hikmah, dan tidak pula kebijaksanaan.
Guru-guru sekolah adalah orang-orang yang tak punya nurani,
Mati rasa, mati selera,
Dan kiai-kiai adalah orang-orang yang tak punya himmah,
Lemah cita, miskin pengalaman.

Sajak ini mengajukan sebuah keluhan dari seorang Muhammad Iqbal tentang pola pendidikan barat dan dunia Islam tradisional. Pendidikan barat lebih menitikberatkan pada materialisme, sehingga merusak tatanan spritualitas kemanusiaan. Sementara pada pendidikan Islam tradisional, menurut Muhammad Iqbal telah memenjarakan otak dan jiwa manusia dalam kurungan yang ketat. Pendidikan tradisional dalam perspektif Muhammad Iqbal kiranya tidak mampu mencetak manusia intelek yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan keduniaan. Dalam konteks ini kiranya sangat penting untuk melihat dan meneliti Muhammad Iqbal sebagai seorang rekonstruksionisme yang mencoba membangkitkan kesadaran umat Islam dari belenggu persoalan tersebut. Salah satu dari upaya Muhammad Iqbal ini bisa dilihat dari sajaknya:

Bangkitlah!
Pikullah amanat di atas pundakmu,
Hembuskan panas nafas panasmu di atas kebun ini,

Agar harum-haruman narwasatu meliputi segala.
Janganlah!
Jangan pilih hidup bagai nyanyian ombak, 
Hanya bernyanyi ketika terhempas dipantai!
Tapi, jadilah kamu air bah!
Menggugah dunia dengan amalmu.

Berbagai belenggu yang mengitari umat Islam, misalnya pandangan bahwa mempelajari alam semesta dan sejarah bukan bagian dari agama. Kemudian umat Islam selalu berada dibawah bayangan-banyangan filsafat Helenisme- Yunani. Untuk itulah sajak tersebut secara jelas berisi semangat untuk melakukan rekonstruksi. Dan upaya rekonstruksi Muhammad Iqbal tersebut tidak terbatas pada bidang pemikiran saja, melainkan juga pada pendidikan Islam. Oleh karena itu pola pembelajaran yang selama ini muncul dan berlaku dimasyarakat khususnya masyarakat islam, yang mana dipandang sebagai suatu proses mengkonsumsi pengetahuan. Guru bukanlah sekedar fasilitator, melainkan sebagai sumber tunggal pengetahuan di depan kelas. Maka proses belajar adalah suatu proses dimana siswa memproduksi pengetahuan. Dan selain itu siswa juga menyusun pengetahuan, membangun makna (meaning making), serta mengkonstruksi gagasan. Disinilah makna dasar dari teori Rekonstruksionisme, yang menekankan bahwa belajar adalah meaning making atau membangun makna, sedang mengajar adalah schaffolding atau memfasilitasi. Secara sederhana, paradigma pembelajaran rekonstruksionisme adalah:

Dari -----> Menjadi
Mengajar -----> Belajar
Indoktrinasi -----> Partisipatif sebagai fasilitator dan mediator
Guru sebagai subyek -----> Siswa sebagai subyek
Mengumpulkan -----> Menemukan Pengetahuan dan
Pengetahuan -----> Mengembangkan kerangka berfikir

Paradigma pembelajaran filsafat rekonstruksionisme, mencoba mengafirmasi dari mengajar menjadi belajar, dari pendekatan indoktrinasi ke partisipatif, dimana pendidik sebagai fasilitator dan mediator, pendidik sebagai subyek berubah menjadi siswalah yang menjadi subyek, dari mengumpulkan pengetahuan menuju pada proses menemukan pengetahuan dan mengembangkan kerangka berfikir. Dengan usaha untuk menggali dan menafsirkan kembali beberapa pemikiran Muhammad Iqbal tentang rekonstruksi pemikiran pendidikan Islam tersebut, kemudian melakukan kajian lebih lanjut tentang model-model pembelajaran aliran filsafat rekonstruksionisme, maka akan dapat ditelusuri lebih lanjut bagaimana sintesa dari dua pemikiran yang berbeda tersebut (satu dari dunia timur dan sangat islami, dan yang satunya adalah salah satu aliran filsafat barat). Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika penulis tertarik untuk mendiskripsikan dan mengkaji lebih jauh pemikiran mereka, terutama pandangannya tentang pembelajaran. Karena bagi penulis pandangan tersebut sangat membantu dalam menghadapi berbagai problem realitas sosial.

Oleh: Jeeny Rahmayana, M.Pd.I 
*Penulis adalah Ketua Prodi & Dosen Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai-Riau

Tahukah Kamu Hari ini Hari Susu?

Hari 31 Mei adalah hari susu. Saya baru tahu setelah membaca berita online di satu portal berita terkenal detik.com.

Awalnya memang ditetapkan tanggal 31 Mei sebagai hari Susu. Namun beberapa negara seperti China tidak setuju ditetapkan pada akhir Mei karena banyak hari penting yang jatuh pada bulan tersebut.

Akhirnya FAO (Food and Agriculture Organization) organisasi PBB yang mengurusi masalah pangan dan pertanian memutuskan tanggal 1 Juni sebagai hari Susu.

Bagaimana merayakan hari Susu? Ya minum susu donk.

Sosok dan Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Pendidikan

Beliau adalah salah satu tokoh intelektual Islam pada abad 19. Ia lahir di Sialkot, Punyab (sekarang termasuk wilayah Pakistan) pada tahun 1976. kawasan ini pada awalnya masih termasuk wilayah India. Kemudian setelah Pakistan memisahkan diri dari India dan menyatakan diri sebagai negara merdeka, maka secara otomatis daerah tersebut masuk kedalam wilayah Pakistan. Akan tetapi karena Muhammad Iqbal meninggal sebelum proses pemisahan itu terjadi, maka banyak orang memasukkan Muhammad Iqbal sebagai tokoh pembaharu dari India, bukan Pakistan. Muhammad Iqbal seringkali dikenal sebagai seorang filosof, ahli hukum, pemikir politik, dan sebagai seorang penyair ulung. Gubahan syair-syairnya hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia yang banyak ditulis dalam bahasa Arab, Urdu, Persia, dan Inggris.

Toto Suharto dalam tulisannya Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Islam; Telaah Pemikiran Muhammad Iqbal, menulis tentang bagaimana hegemoni pengetahuan Barat yang kemudian direkonstruksi oleh Iqbal melalui pendidikan Islam yang lebih memberikan makna bagi peningkatan dinamika dan kreatifitas manusia. Tulisan ini berangkat dari kondisi historis umat Islam yang terjajah oleh Barat. Disatu sisi pengetahuan yang dikembangkan di Barat lebih berorientasi pada materialisme, sementara perkembangan pemikiran di dunia Islam mengalami kemundurun yang sangat luar biasa. Maka menurut Toto Suhartoyo, Muhammad Iqbal adalah tokoh muslim pada saat itu yang mencoba mesintesiskan model pemikiran yang tidak memihak ke Barat dan tidak pula Timur (Islam).

Muhammad Iqbal sendiri telah menulis, yang kemudian menjadi sebuah karya master peace-nya, The Reconstruction of religious thought in Islam. Karya ini merupakan tulisan Muhammad Iqbal terbesar dalam bidang pemikiran filsafatnya dalam bentuk prosa. Tema utama dalam buku ini adalah gagasan perlunya diadakannya rekonstruksi pemikiran keagamaan. Ada tujuh hal yang dibahas dalam buku ini, pertama, tentang pengalaman keagamaan dan pengetahuan. Kedua, tentang pembuktian filsafat mengenai pengalaman keagamaan. Ketiga, tentang konsepsi Tuhan dan arti sholat. Keempat, tentang ego manusia yang merdeka dan abadi. Kelima, tentang jiwa kebudayaan Islam. Keenam, tentang prinsip-prinsip gerakan pembaharuan dalam Islam. Ketujuh, tentang kemungkinan-kemungkinan dalam agama.
 
Muhammad Iqbal juga adalah filosof Muslim yang banyak dipengaruhi oleh banyak filosof Barat seperti Thomas Aquinas, Bergson, Nietzsche, Hegel dan masih banyak lagi yang lainnya. Di antara sekian banyak filosof, menurut Donny Gahral, Nietzsche dan Bergsonlah yang paling banyak mempengaruhi Iqbal. Nietzsche dan Bergson sangat mempengaruhi Iqbal khususnya konsepnya tentang hidup sebagai kehendak kreatif yang terus bergerak menuju realisasi. Manusia sebagai kehendak kreatif tidak bisa dibelenggu oleh hukum mekanis maupun takdir sebagai rencana Tuhan terhadap manusia yang ditetapkan sebelum penciptaan. Namun semangat relegius Iqbal menyelamatkannya dari sikap atheisme yang dianut Nitzsche sebagai konsekuensi kebebasan kreatif manusia. Iqbal masih mempertahankan Tuhan dan mengemukakan argumentasi yang bisa mendamaikan kemahakuasaan Tuhan dengan kebebasan manusia. Iqbal juga menolak konsep Nitzsche maupun Bergson tentang kehendak sebagai sesuatu yang buta, khaotis, tanpa tujuan. Iqbal mengatakan bagaimanapun orang sadar bahwa dalam kehendaknya ia memiliki tujuan karena kalau tidak buat apa ia berkehendak, namun Iqbal menolak tujuan sebagai tujuan yang bukan ditetapkan oleh manusia sendiri melainkan oleh takdir atau hukum evolusionistik. Filsafat ketuhanan Iqbal berbeda dengan filsafat ketuhanan kontemplatif karena Iqbal berangkat dari filsafat manusia yang menekankan pengetahuan langsung tentang keberadaan ego atau diri yang bebas-kreatif. Metafisika gerak Iqbal mengemukakan bahwa manusia bukanlah benda statis tetapi suatu aktivitas gerak dinamis-kreatif yang terus merindu akan kesempurnaan. Hidup keberagamaan sendiri menurut Iqbal adalah suatu proses evolusi yang dapat dibagi menjadi tiga tahap, iman, pemikiran dan penemuan. Pada tahap pertama yaitu tahap iman kita menerima apa yang difirmankan Tuhan tanpa keraguan sedikitpun. Pendeknya segala sesuatu yang berasal dari Tuhan adalah mutlak benar karena berasal dari Tuhan dan bukan konstruksi manusia. Pada tahap kedua yaitu tahap pemikiran. Kita tidak sekadar menaati secara buta firman Tuhan melainkan mulai memikirkan maksud dari firman tersebut atau singkatnya kita mencoba memahami secara rasional apa yang kita percayai. Dan pada tahap terakhir yaitu tahap penemuan kita mencapai kontak langsung dengan realitas ultim yang merupakan sumber semua hukum dan kenyataan.
 
Esensi pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal adalah sebagai pengupayaan perubahan ke arah yang lebih baik, yang mengarah pada pengembangan, menurut tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, meniscayakan pendidikan berorientasi pada masa depan masyarakat, bukan masa sekarang, dan atau hanya sekedar pelestarian nilai-nilai semata. Masyarakat sebenarnya tidak bisa dipandang sebagai sebuah sistem yang kaku. Hal ini dikarnakan didalamnya terdapat jaringan-jaringan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang bermuara pada sebuah peristiwa yang bergerak kearah perubahan-perubahan.
 
Menurut Muhammad Iqbal dalam konteks pendidikan, gerakan perubahan suatu masyarakat dan sosial lebih diarahkan pada uapaya bagaimana penyelenggaraan pendidikan diorientasikan untuk menjawab ragam persoalan dan kebutuhan masyarakat dalam gerak bangun kemajuan diberbagai sektor kehidupan. Pendidikan mestinya harus diselenggarakan atas dasar prinsip-prinsip epietemologi yang bener-benar merupakan refleksi nyata atas model gerak manusia dalam mengatur diri dan kediriannya agar dapat benar-benar berfungsi dan difungsikan sebagai penggerak potensi perubahan dan kemajuan diberbagi sektor.
 
Dalam konteks dunia pendidikan, pendidikan persekolahan merupakan wadah strategis dalam mempercepat lahirnya perbaikan-perbaikan dalam berbagai bidang kehidupan ditengah-tengah masyarakat, baik dalam konteks pengembangan individu-individu yang bergabung dalam suatu tatanan masyarakat, maupun dalam konteks kolektifitas dan kelembagaan yang meniscayakan munculnya masyarakat baru yang lebih arif dan tanggap untuk berbuat sesuatu yang mengarah pada perbaikan-perbaikan taraf hidup di berbagai lini. Namun dibalik itu semua, sistem pendidikan mestinya tidak memenjarakan kebebasan dan kreatifitas para pemburu ilmu pengetahuan.
 
Menurut Muhammad Iqbal dalam filsafat Khudi (ego) nya manusia dapat mengubah apa yang ada kearah yang semestinya ada, karena ego manusia dapat membayangkan sebuah dunia baru yang lebih baik dan lebih sempurna dari upayanya membaca masa lalu dan mengaikakan dengan masa sekarang. Muhammad Iqbal tidak sepakat dengan pemikiran Plato dan idealisme yang pada umumnya menganggap bahwa ego manusia hanyalah bayangan jiwanya yang merupakan bagian dari jiwa yang abadi, sehingga ego manusia senantiasa berjuang untuk dapat bersatu pada dengan induknya. Bagi Muhammad Iqbal pandangan semacam ini tidak dapat dijadikan cita moral dan agama serta cerminan dalam dunia pendidikan. Pemikiran semacam ini akan membunuh kebebasan dan kreatifitas manusia dalam pendidikan. Baginya, tujuan ego selalu berjuang untuk mewujudkan dan mengaktualisasikan dirinya dalam realitasnya, sehingga menjadi kepribadian yang mantap dan kukuh sebagai manusia.
 
Muhammad Iqbal juga mengatakan bahwa hakikat manusia adalah segenap kekuatan diri yang akan menentukan siapa ia. Apabila dirinya dapat berkembang dengan baik, maka eksistensinya dalam masyarakat dan dunia pun akan diakui. Jika manusia tidak mengambil prakarsa dan berkeinginan untuk mengembangkan dirinya dan tidak ingin merasakan gejolak batin hidup yang lebih tinggi, maka ruh yang ada padanya akan mengkristal dan perlahan-lahan akan menjadikan dirinya tereduksi kepada benda-benda mati. Dan untuk membangun kembali (rekonstruksi) umat Islam yang telah terpuruk pada kemerosotan dan kemunduran yang berpangkal pada kemerosotan humanitas, menurut Muhammad Iqbal perlu menata dan membangun kembali tata sistem baru dengan mengembangkan potensi diri dan akal manusia yang akan menunjuk pada eksistensi manusia dalam memandang realitas. Terakhir iqbal juga menambahkan bahwa pengembangan manusia mesti dengan memperhitungkan kondisi-kondisi fisik yang merupakan prasyarat bagi keguatan yang dilakukannya dengan penuh kesadaran. Iqbal menganjurkan agar memanfaatkan sumber-sumber material guna pencapaian berbagai tujuan spritual yang paling tinggi. 

Penulis: Jeeny Rahmayana, M.Pd.I
Ketua Prodi & Dosen Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai-Riau

Model Pembelajaran Aliran Rekonstruksionisme

Dalam filsafat modern dikenal beberapa aliran-aliran diantaranya aliran rekontrusionisme di zaman modern ini banyak menimbulkan krisis di berbagai bidang kehidupan manusia terutama dalam bidang pendidikan dimana keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran. 

Untuk mengatasi krisis kehidupan modern tersebut aliran rekonstrusionisme menempuhnya dengan jalan berupaya membina konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia. 

Oleh karena itu pada aliran rekonstruksionisme ini, peradaban manusia masa depan sangat di tekankan. Di samping itu aliran rekonstruksionisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sebagainya. Pandangan aliran ini terhadap belajar juga dapat dilihat dari beberapa aspek pendidikan, yaitu :

Pelajar
Siswa hendaknya dipandang sebagai bungan yang sedang mekar, yang mengandung arti bahwa siswa adalah generasi muda yang sedang tumbuh menjdai manusia pembangunan masyarakat masa depan.

Pengajar
a)  Direktur Proyek
Adalah guru yang tugasnya membantu para siswa mengenali masalah- masalah yang dihadapi umat manusia sehingga para siswa merasa terikat untuk memecahkannya.

b)  Pemimpin Penelitian.
Adalah guru yang tugasnya harus menumbuhkan dalam membantu peserta didik menghadapi kontroversi dan perubahan, guru harus menumbuhkan berpikir yang berbeda-beda sebagai suatu cara untk menciptakan alternatif pemecahan- pemecahan masalah yang menjanjikan keberhasilan.

Pengajaran
Pelaksanaaan pengajaran diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan sesuai dengan potensi masyarakat.

Belajar
Siswa hendaknya belajar dengan tekun dalam menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi agar tujuan dari pendidikan dapat terlaksana.

Aliran rekonstruksionisme ini berusaha membina suatu konsensus yang paling luas dan paling mungkin tentang tujuan utama dan tertinggi dalam kehidupan manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berusaha mencari kepepakatan semua orang mengenai tujuan utama yang dapat mengatur tata kehidup manusia dalam suatu tatanan baru seluruh lingkungannya, maka melalui lembagai dan proses pendidikan. Rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang sama sekali baru.

Aliran rekonstruksionisme juga berkeyakinan bahwa tugas penyelamat dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Oleh karena itu pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. 

George counts sebagai pelopor rekonstruksionisme dalam publikasinya Dare the school build a new sosial order mengemukakan bahwa sekolah akan betul-betul berperan apabila sekolah menjadi pusat bangunan masyarakat baru secara keseluruhan, dan kesukuan (rasialisme). masyarakat yang menderita kesulitan ekonomi dan masalah-masalah sosial yang besar merupakan tantangan bagi pendidikan untuk menjalankan perannya sebagai agen pembaharu dan rekonstruksi sosial dari pada pendidikan hanya mempertahankan status qua dengan ketidaksamaan-ketidaksamaan dan masalah-masalah yang terpendam di dalamnya. 

Sekolah harus bersatu dengan kekuatan buruh progresif, wanita, para petani, dan kelompok minoritas untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan. 

Counts mengkritik pendidikan progresif telah gagal menghasilkan teori kesejahteraan sosial dan mengatakan sekolah dengan pendekatan child centered tidak cocok untuk menentukan pengetahuan dan skill sesuai dalam abad dua puluh.

Penulis: Jeeny Rahmayana, M.Pd.I
Ketua Prodi & Dosen Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai-Riau