Minggu, 11 November 2012

Cara Mengajar Les Privat

Bagaimana cara mengajar les privat? Apakah harus menyiapkan lesson plan seperti mau mengajar di kelas? Atau hanya cukup menyelesaikan soal-soal pelajaran? Pertanyaan ini saya dapat dari teman yang baru-baru ini mendapat order untuk memberi les privat siswanya.

Mengajar les privat tak perlu formal seperti di sekolah atau lembaga kursus. Juga tak perlu paten seperti bimbel. Mengajar les privat bisa lebih santai dan tak perlu dikejar target kurikulum.

Walaupun demikian, sebagai guru privat, anda sebaiknya punya tujuan pembelajaran yang anda rumuskan sendiri untuk siswa anda. Misalnya, hari ini siswa saya harus bisa membuat teks pengumuman. Maka bahan pelajaran harus dipersiapkan untuk mencapai tujuan yang anda buat.

Ketika anda diminta mengajar les privat, sebaiknya anda mempersiapkan: buku pegangan (pelajaran), buku latihan soal, dan penunjang lain seperti kamus untuk pelajaran Bahasa Inggris. Media belajar bisa juga digunakan untuk membuat pelajaran anda menjadi menarik.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika memberi les privat, mengenai penggunaan waktu. Waktu mengajar les privat pada umumnya sama dengan pendidikan formal dan informal yakni satu kali tatap muka 90 menit. 

Jika siswa anda termasuk anak pandai dan cerdas maka waktu 90 menit itu akan berjalan lama tapi materi cepat habis. Bahkan anda bisa kelimpungan mencari bahan ajar untuk diajarkan.

Maka, jika siswa anda dalam kategori ini, persiapkan materi pelajaran sebanyak-banyaknya tapi masih berhubungan. Gunakan banyak buku dengan materi yang sama sehingga anda bisa memberi bahan pelajaran yang bervariasi.

Jika siswa anda termasuk siswa yang agak lemot, maka waktu 90 menit akan berjalan dan materi yang diajarkan sedikit. Anda bahkan tak perlu banyak materi untuk mengajar.

Maka, menghadapi siswa seperti ini anda hanya butuh tujuan yang akan dicapai siswa, bahan ajar 2 atau 3 saja, dan latihan-latihan. Siswa seperti ini perlu pengulangan setiap pertemuan untuk mempertajam daya ingatnya.

Baca artikel lainnya



2 komentar:

Rizki Priatna mengatakan...

Yep.
Tapi kalo untuk murid yang degreenya udah S2 (Bukan dari fakultas Pendidikan Bahasa Inggris)? Apa kita harus memberinya materi Elementary level? Terima kasih.

FadliEha - sekolahoke.com mengatakan...

Kita harus melihat apakah murid tersebut termasuk False Beginner atau True Beginner. Kemungkinan besar adalah False beginner, karena mereka telah belajar sekian lama Bahasa Inggris tapi tidak bisa menerapkan. Untuk murid seperti ini kita harus memberi materi communicative. Dalam kursus Bahasa Inggris dikenal tiga level Survival English, Communicative English, dan Advance Communicative English. Silahkan di tes dulu, kira-kira murid ini cocok yang mana. Jika masih di level Survival, sebaiknya diberi materi beginner tapi topiknya disesuaikan untuk orang dewasa.

Poskan Komentar