Anekdot Pengawas Ujian Nasional atau Bukan

Hari ini adalah hari ketiga Ujian Nasional SMP tahun 2012. Saya bertugas menjadi pengawas di SMPN 2 Panti, sebuah sekolah yang terletak di daerah pelosok Kabupaten Jember.

Hari pertama dan kedua tidak ada kejadian apa-apa. Memasuki hari ketiga, ada sedikit cerita yang tak lazim. Saya sebagai pengawas Ujian Nasional dianggap bukan pengawas. Atau lebih tepatnya dilupakan.

Tepat jam 10, bel tanda ujian nasional mata pelajaran Matematika berakhir. Setelah merapikan pekerjaan siswa, tibalah saatnya menunggu kedatangan koordinator pengawas dan tim independen untuk memeriksa kelengkapan administrasi. Biasanya setelah itu, kantong kecil akan disegel sebagai alat untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan.

20 menit berlalu. Koordinator pengawas dan tim independen tak kunjung datang ke kelas saya. Saya dan Bu Mega, pengawas kedua, menunggu. Kami sabar menunggu dan mengira Korwas dan Tim Independen masih memeriksa kelengkapan dari ruang pertama. Maklum, kami berada di ruang paling akhir dan letaknya berbeda dengan ruang lainnya.

30 menit berlalu. Korwas dan tim independen tak kunjung datang. Akhirnya saya bergegas menuju ruang 11 yang merupakan ruangan terdekat dari ruangan saya.

Ternyata, sudah. kosong melompong. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Wah, berarti kami dilupakan nih. Ruang 12 dianggap tak berpenghuni.

Saya dan Bu Mega bergegas menuju ruang pengawas sambil membawa kelengkapan administrasi UN. 

"Kok, baru selesai, Pak?" tanya korwas.

"Lho, kami nunggu dicek, Bu," kata saya.

"Oh, kami lupa gak ngecek ke ruang bapak. Maaf ya pak. Kesalahan kami," kata Korwas keki.

Wah, dilupakan bro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com