Jumat, 28 Oktober 2011

Cara Mengajar Berbicara Bahasa Inggris Pada Anak Kecil

Mengajar berbicara Bahasa Inggris (speaking skills) pada anak kecil bisa dibilang gampang tapi susah. Gampang karena ruang lingkup anak belum begitu luas. Namun lumayan susah, karena anak kecil perlu rangsangan yang bisa membuat mereka mau berbicara.

Inilah tantangannya. Guru diminta kreatif memberi rangsangan supaya anak mau berbicara bahasa Inggris. Bagaimana caranya? Coba saran dari sekolahoke.com ini:

1. Latihan menggunakan percakapan pendek (short dialogue).
Kegiatan ini bisa dimulai dengan model dialog terlebih dahulu. Model dialog sebaiknya sederhana dan bisa diterapkan untuk kehidupan sehari-hari. 

Contoh dialog singkat bahasa Inggris untuk anak kecil
Dialogue 1
A : Do you like eating apples?
B : Yes, of course.
Dialogue 2
A : Do you like drinking coffee?
B : No, I don't.

Setelah itu memberikan substitution drill. 

Contoh substitution drill
Siswa mengisi titik-titik dengan pilihan yang disediakan:  bananas, milk, fried chicken, tea.
Dialogue 1
A : Do you like eating .......?
B : Yes, of course.
Dialogue 2
A : Do you like drinking ....?
B : No, I don't

Kemudian, beri kesempatan siswa melakukan praktek bicara menggunakan bahasa Inggris. Praktek sebaiknya dengan teman sebangku atau dalam kelompok untuk menghindari rasa cemas dalam diri siswa. Rasa cemas ini biasanya muncul karena takut salah.

2. Latihan dengan bermain peran (role play)
Siswa bisa dilatih berbicara dengan bermain peran. Percakapan yang digunakan dalam role play ini sebaiknya sederhana dan mudah. Cara latihan berbicara dengan role play adalah sebagai berikut.

Beri contoh dialog yang akan digunakan dalam role play. Gunakan realia dan flash card sebagai media. Berikan siswa masing-masing satu peran. Misalnya bermain peran sebagai penjual dan pembeli. 

Buatlah kondisi kelas seperti pasar atau supermarket. Sebagian siswa menjadi penjual, dan sebagian yang lain menjadi pembeli. Beri kesempatan para pembeli berbelanja dengan berkomunikasi dengan penjual menggunakan bahasa Inggris yang telah diberikan.

Selanjutnya beralih peran. Siswa yang menjadi pembeli berganti peran menjadi penjual. Kegiatan dilakukan seperti diawal. Pembeli berbelanja dan berkomunikasi dengan penjual menggunakan bahasa Inggris.

Baca artikel lainnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar