Selasa, 06 September 2011

Cara Mengajar Speaking Dengan Role Play > Pura-pura Jadi Artis

Role play (Bermain Peran) adalah teknik mengajar yang tepat untuk mengurangi rasa takut dan cemas dalam diri siswa selama mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Pelajaran speaking menjadi menyenangkan. Selain itu siswa juga menjadi lebih aktif. Mereka bisa berbicara bebas tanpa merasa tertekan. Bagaimana caranya?


Berikut ini disajikan 6 langkah cara mengajar speaking menggunakan teknik Role Play. Sebagai contoh, tema yang dipilih adalah Job/Profession. Anda bisa mengubah tema ini sesuai selera. Tentu saja harus berpedoman dengan silabus pelajaran bahasa Inggris.


Prosedur Pembelajaran:


1. Bagilah siswa menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berpura-pura menjadi wartawan, sedangkan kelompok kedua berpura-pura menjadi artis.


2. Mintalah kelompok pertama membuat beberapa pertanyaan dalam bahasa Inggris. Jika mereka mengalami kesulitan, bantulah membuat pertanyaan. Contoh pertanyaan seperti di bawah ini:
  • What do you do for living?
  • Do you like your job?
  • How long have you worked?
  • What do you like most with your job?
  • When will it be the best time to retire from your job?
Untuk siswa tingkat intermediate dan advance menggunakan cara dan materi berbeda. Silahkan baca postingan How to Teach Speaking in Role Play disini
 
Saat kelompok pertama membuat pertanyaan, mintalah kelompok kedua memilih pekerjaan yang cocok bagi mereka. Berilah opsi pekerjaan yang berhubungan dengan artis, misalnya: singer, songwriter, model, painter, actor, actress. Ini berguna untuk memperlancar kegiatan pembelajaran.

3. Mintalah kelompok pertama melakukan wawancara kepada kelompok kedua. Beri waktu lima hingga sepuluh menit kepada siswa untuk menyelesaikan tugasnya.


4. Selesai sesi wawancara, waktunya berganti peran. Kali ini kelompok pertama menjadi artis dan kelompok kedua menjadi wartawan. Ulangi dengan cara yang sama dengan nomor 2 dan 3.


5. Mintalah siswa membuat laporan sederhana tentang orang yang diwawancarai.


6. Mintalah 2 siswa membaca laporan yang telah dibuatnya.


Dalam kegiatan ini, guru hanya bertugas memonitor aktivitas siswa. Guru memperhatikan dan mendengarkan beberapa error atau kekeliruan pengucapan bahasa Inggris yang dibuat siswa. Hendaknya tidak langsung menginterupsi kesalahan mereka. Ini dimaksudkan agar siswa tidak tertekan dan takut berbicara. Koreksilah di akhir pelajaran tanpa menunjuk siapa yang melakukan kesalahan.


Penulis: Fadli Eha ~ Sekolahoke.com

Baca artikel lainnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar