Kamis, 29 Desember 2011

Bedanya Mengajar Bahasa Inggris di Sekolah dan Kursus

Apa perbedaan mengajar Bahasa Inggris di sekolah dan di tempat kursus? Pelajarannya sama, tapi situasi dan kondisi yang tidak sama.

Inilah yang saya rasakan selama ini. Saya mengajar di sebuah sekolah negeri di Jember setiap harinya. Sore dan malam hari, saya bekerja di lembaga kursus Bahasa Inggris ternama di kota tembakau ini.

Berdasarkan pengalaman ada beberapa perbedaan antara mengajar Bahasa Inggris di sekolah dan kursus. Apa saja perbedaan itu?

Jumlah siswa

Jumlah siswa adalah hal yang paling terlihat. Di sekolah setiap kelas berisi lebih dari 30 siswa. Sedangkan di lembaga kursus hanya berisi 4 hingga 12 siswa. 

Keadaan ini mempengaruhi cara mengajar dan interaksi antara guru dan siswa. Dengan jumlah siswa yang besar, guru terkadang sulit mengontrol kompetensi siswa. Sedangkan jumlah siswa yang kecil membuat perhatian guru mudah tercurah.

Keadaan kelas

Kelas di sekolah dibangun dalam ukuran besar. Di sekolah saya standar kelas adalah 9 x 9 meter. Sedangkan di lembaga kursus cenderung lebih kecil. Ada kelas yang hanya berukuran 4 x 4 cm.

Ukuran kelas ini membuat penyampaian pembelajaran berbeda. Di sekolah, suara guru harus lebih powerful. Kalau tidak, siswa di belakang tidak akan mendengar. Di kursus justru sebaliknya. Suara bisa normal-normal saja.

Tingkatan peserta didik

Tiap kelas di sekolah berisi anak yang seumuran sama. Namun tingkat kemampuan terkadang tidak sama. Apalagi proses rekrutmen siswa asal asalan. Maka, akan memperberat tugas guru untuk menyampaikan materi pelajarn.

Di lembaga kursus, siswa ditempatkan berdasarkan placement test. Jadi, siswa masuk level berdasarkan kemampuannya. Umur boleh berbeda, namun kemampuan sama yang menjadi prioritas.

Baca artikel lainnya



1 komentar:

Doni mengatakan...

support here :D
visit back

Poskan Komentar