Mau PLPG, Guru Gaptek Kelabakan Belajar Komputer

Pelaksanaan PLPG beberapa bulan ke depan membuat para guru menjadi sibuk mempersiapkan diri. Bukan hanya mempersiapkan segi finansial, keterampilan juga ikut diasah. Termasuk keterampilan mengoperasikan komputer.

Beberapa guru di Jember mengeluh  tidak mampu menjalankan komputer. Padahal di PLPG, yang merupakan syarat mendapat sertifikat guru profesional, guru diwajibkan membawa laptop untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

“Wah, pegang mouse saja sulit apalagi harus ngetik,” kata Ibu Fatma, seorang guru di salah satu sekolah negeri di Jember.

Bu Fatma lebih jauh mengatakan kalau dirinya berusaha keras mengikuti pelatihan komputer dua bulan belakangan ini. Namun dia mengakui ternyata sulit untuk menyerap keterampilan itu dengan cepat.

“Sudah tahu cara menghidupkan komputer juga mematikan. Tapi ya gitu. Begitu masuk, mau apa nih, gak bisa apa-apa. Bengong aja di depan komputer. Klak klik gak muncul-muncul Microsoft Word-nya,” ujar Bu Fatma sambil terkekeh.

Bu Suci, seorang guru Matematika mengaku belajar komputer dari anaknya. Setiap ada waktu luang tanpa malu-malu dia minta putrinya yang saat ini duduk di bangku SMA untuk mengajari mengoperasikan komputer.

“Ternyata otak tua kalah sama otak muda. Saya malah bolak-balik dimarahi anak saya karena salah pencet.”

“Betul kata pepatah, belajar di hari tua bagai mengukir di atas air,” Bu Suci berkata disambut gelak tawa guru yang sedang berkumpul di ruang guru.

Dinas Pendidikan Jember rencananya akan melaksanakan PLPG awal Juli mendatang. Pelatihan Profesi Guru ini bertempat di Universitas Jember selama 90 hari.

Selama pelatihan, guru di dibekali keterampilan dan materi-materi keguruan. Di akhir pelatihan ada post test yang menentukan kelayakan guru mendapat sertifikat pendidik atau tidak.

Juga dipublish di Kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com