Minggu, 17 April 2011

Inilah Cara Mudah Membuat Artikel Ringan

Seorang murid bertanya pada pak guru bahasa Indonesia, "Pak, bagaimana caranya membuat artikel?"

Si pak guru kelimpungan. Seumur-umur belum pernah membuat artikel. Namanya saja guru bahasa Indonesia, tapi skill menulis nol, hehehe... Jadi pegawai negeri karena nasib baik. Untung-untungan ikut CPNS, eh ternyata lolos.

Si pak guru ternyata pandai berteori cara menulis. Kalimat harus dimulai dengan huruf besar, diakhiri titik, jangan lupa koma dan bla bla bla.

Siswa diminta mengarang panjang lebar kemudian dikoreksi dinilai bagus atau tidak. Sudah benar tata bahasanya belum? Wah enak nian jadi pak guru.

Nah sekarang, muridnya bertanya bagaimana cara membuat artikel, pak guru malah bingung. Coba kalau pak guru udah pengalaman, pasti tinggal jawab dan beri contoh dikit hasil karyanya. 

Okelah, bagaimana cara mudah membuat artikel? Saya mecoba dari kacamata saya sebagai blogger walaupun bukan guru bahasa Indonesia. Sekedar sharing pengalaman aja.

Pertama tentukan tema apa yang akan diangkat. Misal pendidikan, kesehatan, olahraga, agama, teknologi, atau lainnya.

Setelah itu fokus kepada masalah yang akan disampaikan. Bidang pendidikan contohnya Ujian Nasional, belajar mengajar, tips belajar, tips mencontek (ups hehehe) atau materi pelajaran. 

Bidang kesehatan misalnya suatu jenis penyakit, penjabaran dan cara menanggulanginya, atau mengenai bahaya suatu penyakit dan cara menghadapinya.

Jika sudah fokus pada tema, mulailah membuat kerangka. Itu kalau karangan ilmiah. Tapi kalau artikel ringan, tak usahlah bikin kerangka. Mengalirlah seperti air. 

Kalau karangan ingin sistematis dan terangkai dengan teratur, maka perlu membuat kerangka dan mengembangkannya hingga menjadi paragraf yang bagus dan enak dibaca. Paragraf yang bagus adalah paragraf yang mengandung satu pokok pikiran. Enak dibaca berarti mudah dipahami oleh si pembaca.

Menurut pengalaman, saya terbiasa menulis judul terlebih dahulu kemudian mulai mengetik sesuai yang ada dalam pikiran saya. Seperti artikel ini nih. Saya menulis karena mempunyai ide membuat artikel ringan, lalu jadi deh seperti ini.

Tapi untuk artikel tentang pendidikan dan membutuhkan referensi, saya membuat kerangka terlebih dahulu sehingga apa-apa yang ingin saya sampaikan bisa tersurat dalam artikel.

Bagaimana dengan struktur dan tata bahasa menulis lainnya?

Itu penting. Tapi, lupakan dulu. Fokus pada isi. Nanti kalau sudah selesai lakukanlah editing. Kenapa? Apakah dosa jika tanda baca dan tetek bengeknya salah? Tidak dong, tapi gak sedap dibaca dan dilihat aja.

Nah, itu saja caranya. Saran saya, buatlah artikel sebanyak-banyaknya, pasti kemampuan menulis kita akan semakin meningkat. Orang Inggris bilang Practise Makes Perfect.

Salam,
Fadli Eha



Baca artikel lainnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar