Suka Duka Menjadi Guru Kursus Bahasa Inggris

Apakah menjadi guru kursus Bahasa Inggris itu enak? Dapat gaji lumayan dan siswa yang datang dengan motivasi belajar tinggi?

Itu adalah pertanyaan dari orang yang belum pernah merasakan atmosfir lembaga kursus. Saya akan berbagi dengan anda yang tertarik berprofesi sebagai instruktur di lembaga kursus.

Saya adalah guru Bahasa Inggris di sekolah formal setiap pagi. Tapi, sore dan malam saya menghabiskan waktu menjadi mentor di sebuah lembaga kursus dan pelatihan di Jember.

Selama menjadi guru kursus, saya merasakan banyak hal yang mungkin saja dirasakan juga oleh para pendidik lembaga kursus pada umumnya.

Apa yang disuka selama menjadi guru kursus?

Menjadi guru kursus ada banyak sukanya. Tentu saja yang paling disukai adalah saat gajian. Gaji lumayan jika jam mengajar cukup banyak.

Sukanya lagi, di tempat kursus hampir 80 persen adalah siswa yang mempunyai motivasi tinggi untuk belajar. Bahkan rata-rata mereka mempunyai intelektualitas tinggi (walau tidak semua). Mudah diarahkan dan digembleng.

Satu kelas hanya berisi maksimal 12 siswa. Ini sangat kondusif dan menyenangkan untuk pembelajaran. Tidak perlu teriak-teriak untuk menyampaikan pelajaran. Guru mudah menerapkan metode dan teknik pembelajaran.

Apakah ada dukanya?

Dukanya juga ada. Terasa sepi jika ada siswa yang tidak masuk. Apalagi musim hujan, yang masuk hanya satu atau dua orang saja. Bahkan ada yang tidak masuk sama sekali.

Khawatir jika pendaftar berkurang atau tidak ada setiap ada pembukaan kelas baru. Ini sebenarnya kepentingan direktur atau pihak marketing lembaga. Sebagai guru tugas saya adalah mengajar. Tapi, terasa tidak enak juga kalau siswa baru berjumlah sedikit.

Ada satu atau dua orang yang susah diarahkan. Membutuhkan waktu untuk memberi bimbingan. Kadang ini yang membuat siswa yang lain menjadi jenuh.

Salam Blogger Guru,

Fadli Eha ~ Sekolahoke.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com