Fungsi Rencana Pembelajaran

Rencana pembelajaran adalah sesuatu yang disusun oleh guru untuk melaksanakan sebuah pelajaran. Biasanya guru menuliskan dalam selembar kertas.

Isi dari Rencana Pembelajaran antara lain tujuan pembelajaran, indikator yang harus dicapai siswa, langkah pembelajaran di kelas, dan materi yang akan diajarkan.

Rencana pembelajaran penting untuk dipersiapkan oleh para guru. Dengan mempersiapkan rencana pembelajaran, guru tahu tujuan dan apa saja yang harus dicapai peserta didik.

Selain itu, dengan rencana pembelajaran, guru bisa menganalisa kelemahan proses pembelajaran. Dengan mengetahui kelemahan proses pembelajaran, guru bisa memperbaikinya pada pertemuan berikutnya.

Apa jadinya jika seorang guru tidak membuat atau mempersiapkan sebuah rencana pembelajaran bagi peserta didiknya?

Jika seorang guru tidak mempersiapkan rencana pembelajaran ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi:
  • Dia akan mengajar tanpa arah.
  • Dia akan mengajar dengan monoton.
  • Dia akan mengajar textbook.
  • Dia akan membuat siswa bingung.
  • Dia tidak tahu kelemahan pembelajarannya.
  • Dia tidak bisa membuat interaksi dalam kelas dengan baik.
  • Dia akan banyak ngomong sendiri sehingga membuat siswa menjadi pasif.
  • Dia akan curhat tentang rumah tangganya.
  • Dia akan berusaha melucu yang terkadang sarkastik dan porno.

4 komentar:

  1. Klo guru sudah mempersiapkan rencana pembelajaran (RPP) sebelum mengajar, memang sangat membantu. Namun yang menjadi hambatan bagi kebanyakan guru-guru sekarang adalah mereka malas membuat RPP sendiri. Mereka lebih suka copy paste RPP orang lain yang belum tentu sesuai dengan kondisi sekolahnya. Sehingga RPP copian td hanya dipersiapkan untuk kelengkapan administrasi saja dan bahkan akhirnya tidak pernah dipakai sama sekali alias mengajarnya masih tak terarah, dll itu. Nah, saran saya pak mohon posting artikel tentang bagaimana mengatasi hal ini. Terima kasih

    BalasHapus
  2. trima kasih atas tanggapannya Mr. Emmas. Saya setuju banyak guru yang masih copas RPP. Di tempat saya mengajarpun hanya 30 persen guru yang benar-benar membuat RPP dengan kreatifitas sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
    Copas sebenarnya boleh asal dilakukan adaptasi terhadap RPP tersebut sehingga relevan dengan kondisi peserta didik di sekolah tempat mengajar.
    Postingan ini sebenarnya bermaksud menggugah para guru yang mungkin masih melakukan hal tersebut.
    Mengenai solusinya, saya akan mencoba menganalisa dulu apa sebab mereka berbuat begitu dan bagaimana memecahkannya.

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak pak Fadli. Rupanya pak Fadli sudah tahu klo sy Mr Emmas. He he he ...
    Sudah mampir ke blog skolah kami pak? Klo boleh, minta saran dan kritiknya tentang blog kami yang baru tersebut.

    BalasHapus
  4. saya sudah pantau blog anda. cukup bagus. Hanya perlu diupdate secara berkala

    BalasHapus

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com