Tanda Orang Tak Pandai Bersyukur

Jember diguyur hujan seharian. Hingga saya posting tulisan ini, hujan deras masih melanda. Terhitung sejak jam 1 siang hujan tiada henti.

Ada status teman di Facebook berbunyi: "Duh, hujaaaan terussss. Payah!" Status singkat ini memberikan gambaran kalau si empunya akun sedang kesal karena hujan tidak berhenti. Mungkin saja ia sedang jemur krupuk, akhirnya tidak bisa digoreng gara-gara hujan. Mungkin pula ia tak bisa kencan karena hujan memaksanya untuk tinggal di rumah.

Hey, masih ingatkah beberapa bulan yang lalu saat kemarau melanda? Kemarau panjang dan begitu panas. Kau sebut "Wah, panaaaas! Kapan hujan turun?"

Hujan ngeluh. Panas ngeluh. Dikit-dikit mengutuk. Dikit-dikit menyumpah kalau keadaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Gak hanya itu saja yang biasa saya jumpai. Nih, yang udah pada guru PNS, gaji gede masih ditambahi uang sertifikasi. Ealah, bukannya bersyukur, masih mengendus uang BOS untuk ditilep. Ngajar semau gue. Kadang hanya memberi tugas mencatat buku atau mengerjakan LKS. Sementara gurunya santai di kantor atau hilang entah kemana.

Hallllowwwww.... Kapan nih mau bersyukur? Kapan nih mau lapang dada menerima keadaan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com