Cara Anak Kecil Belajar Bahasa

Anak kecil adalah peniru. Mereka menirukan apa saja yang mereka dengar dan lihat. Hal ini terjadi secara alami tanpa paksaan dari orang lain.

Saya mengamati pertumbuhan dan perkembangan Fasta, anak saya yang bulan ini memasuki usia 3 tahun lebih satu bulan. Hasil sementara pengamatan saya, kemampuan berbahasa anak saya cukup pesat dengan banyak mendengar dan melihat.

Fasta sudah bisa mengucapkan bahasa sederhana, bertanya dan menjawab, membaca huruf hijaiyah lengkap, huruf alfabet, menghitung dari 1 sampai 20 dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Walau belum sempurna, namun ini membuat saya bisa menarik kesimpulan kalau kemampuan berbahasa memang sangat cepat diusia dini.

Kemajuan berbahasa Fasta hingga saat ini disebabkan ia selalu rutin mendengar lagu-lagu bahasa Inggris, dan menonton video belajar bahasa yang saya unduh dari internet.

Sebagai penguatan saya dan istri saya sering berinteraksi dengan si kecil dengan menuliskan huruf-huruf di papan atau memakai flash card. Tak jarang kami meluangkan waktu disela-sela kesibukan untuk bermain dan bernyanyi bersamanya.

Dengan kejadian di atas saya menemukan beberapa hal menarik untuk menjadi pelajaran bagi orang tua. Berikut ini hal menarik seputar perkembangan bahasa anak kecil.

Anak kecil tidak malu membuat kesalahan
Si kecil menyanyi dengan lagu yang ia dengar dan menirukan ucapan orang dewasa. Kita sering geli mendengar ucapannya yang masih error dan terjadi kesalahan disana sini. Tapi, si kecil tak pernah berhenti untuk menyanyi dan berbicara. 

Lambat laun, error itu mulai hilang. Kesalahan berbahasanya ia koreksi sendiri. Tentu saja harus ada penguatan dari kita sebagai orang tua.

Kesimpulannya, jangan panik jika anak sukar sekali mengucapkan kata dengan benar, karena itu adalah bagian dari pembelajaran dia terhadap bahasa. Bimbinglah dengan sabar dan jangan membuat ia takut atau cemas.

Anak kecil suka mengulang
Suatu hari anak saya minta diputarkan serial Upin Ipin. Begitu selesai minta lagi, selesai, minta lagi, sampai saya jenuh dibuatnya. Akhirnya saya akali dengan memainkan video otomatis.

Apa yang terjadi? Fasta menghafal ucapan-ucapan dalam setiap adegan Upin dan Ipin  lengkap dengan logat bicaranya.

Kita sebagai orang dewasa tentu jenuh harus melihat sesuatu yang dikerjakan secara berulang-ulang. Lain kita, lain pula si kecil. Dia justru belajar dari sana.

Bagaimana jika dia hanya melihat dan mendengar yang itu-itu saja? Padahal kita menginginkan dia berkembang dengan pengetahuan lain.

Tenang jangan panik. Kejadian di atas biasanya tak berlangsung lama. Seminggu kemudian dia mulai merasa apa yang ia lihat dan dengar itu sudah tidak menarik lagi. Saatnya anda memberinya sesuatu yang baru. 

Ketika anda memberinya sesuatu yang baru, dia akan meninggalkan yang lama. Dia akan rajin belajar hal baru. Siklusnya sama dengan di atas, dia akan selalu mengulang apa yang baru ia lihat dan dengar.

Bagaimana seharusnya sebagai orang tua? Haruskah kita biarkan ia melakukan kesenangannya itu?

Saran saya, jadilah orang tua yang bijak. Carilah bahan yang layak ia tonton dan dengar. Kenalkan kepada anak dan dampingi dia agar apa yang ia serap menjadi bermanfaat kelak.

Anak kecil mudah ingat
Pernah Fasta minta dibelikan permen sebelum tidur. Saya katakan, besok aja ayah belikan. Ternyata bangun tidur keesokan harinya dia menagih janji saya.

Kesimpulannya, anak ternyata menyimpan memori kuat dalam otaknya. Semakin banyak informasi yang ia dapat, ia akan bisa menyampaikannya suatu saat nanti. 

Nah, kita bisa manfaatkan kemampuan mengingat ini untuk mengajaknya mengenal bahasa. Caranya, menurut para ahli, sebelum tidur kita disarankan menceritakan sebuah dongeng untuk anak

Mungkin kita beranggapan, ah mana bisa anak kecil paham sebuah cerita? Dia mungkin tidak paham, tapi dia sudah memasukkan sebuah rekaman bahasa ke dalam otaknya yang nanti akan ia gunakan kalau bahasa itu diperlukan.

Kata Chomsky, seorang psikolog, dalam otak manusia itu ada LAD (Language Acquisition Device) yaitu alat pemerolehan bahasa. Alat ini berkembang sangat cepat di usia sangat dini.

Dengan kejadian-kejadian menarik di atas, tentu kita bisa memanfaatkannya. Usia anak adalah usia yang  pendek. Sebelum ia menginjak dewasa, mari kita beri dia pembekalan berbahasa dan sikap positif.

Salam,
Fadlieha



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright (c) 2010-2016. sekolahoke.com