Selasa, 25 Oktober 2011

Teknik Mengajar Listening Bahasa Inggris Yang Cocok Untuk Anak Kecil

Anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Mereka berbeda dari bentuk fisik, pola pikir, dan cara belajar. Maka, dalam pembelajaran bahasa Inggris perlu dibedakan dengan pembelajaran untuk orang dewasa. Teknik yang diterapkan harus variatif, tidak monoton, dan tak banyak teori.

Berikut ini akan disampaikan beberapa kegiatan listening skills yang cocok diterapkan dalam mengajarkan bahasa Inggris pada anak kecil.

Listen and imitate

Kegiatan listen and imitate dilakukan siswa sambil memperhatikan gambar yang dipersiapkan guru. Caranya, tunjukkan kartu bergambar (flash card) lalu ucapkan dengan jelas dalam bahasa Inggris. Siswa kemudian menirukan ucapan secara bersama-sama.

Listen and repeat

Kegiatan ini bisa dilakukan sambil memainkan whispering game. Caranya, bentuklah siswa menjadi dua kelompok. Mintalah mereka berdiri berjajar. Guru membisikkan sebuah kalimat kepada deret paling belakang. Kemudian siswa membisikkan kepada orang di depannya, seterusnya hingga orang paling depan sendiri. Orang terakhir mengucapkan dengan keras. Guru mengecek apakah kalimat ini benar atau salah.

Listen and follow instructions

Kegiatan ini bisa dilakukan untuk melatih siswa melakukan kegiatan-kegiatan sederhana. Untuk melakukan kegiatan sederhana ini, guru memberi perintah lisan kemudian siswa melakukan sesuai perintah. Contoh perintah: touch your hair, touch your nose, close your eyes, open your eyes.

Listen and match.

Siswa diberi gambar. Misalnya gambar beberapa buah-buahan. Guru mengucapkan kemudian siswa memberi nomor pada gambar. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan membagikan gambar kepada masing-masing siswa. Kemudian guru menyebutkan nama buah. Siswa yang memegang gambar buah-buahan tersebut berdiri sambil menunjukkan gambar. Jika salah beri hukuman ringan misalnya diminta tepuk tangan 10 kali sambil mengucapkan sorry.

Itu saja yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang kita lakukan untuk pembelajar yang masih muda bermanfaat dan membuat mereka menyukai bahasa Inggris hingga mereka dewasa kelak. Jika sekarang mereka sudah tidak suka, maka selamanya mereka akan menganggap bahasa Inggris sebagai momok yang menakutkan.

Penulis Fadli Eha

Referensi English for Young Learners - Kasihani K.E. Suyanto

Baca artikel lainnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar