Minggu, 19 Juni 2011

Cara Mengetahui dan Mengatasi Penipuan Telkomsel Poin

Inilah Rekaman Suara Penipu Telkomsel Poin

Rekaman ini saya peroleh sesaat setelah rapat kenaikan kelas di sekolah hari Sabtu 18 Juni 2011. Ada panggilan masuk dari nomor +6281310052187 yang segera saya angkat.

“Halo, selamat siang, ini dari Telkomsel Poin …,” sambungan telepon tiba-tiba terputus.

Mendengar gaya bicara yang dibuat-buat dan nomor telepon yang jelas bukan dari operator Telkomsel, saya menyimpulkan orang ini berniat menipu.

Beberapa menit kemudian nomor tersebut menghubungi lagi. Kali ini saya langsung tekan tombol rekam suara di hp. Suara rekaman tersebut saya unggah ke akun 4shared.com lalu saya share di blog ini dan Kompasiana.com. Berikut ini percakapannya:



Karena ada pembaca yang mengakses via mobile atau via PC tapi tidak dilengkapi dengan perangkat audio, berikut ini saya sertakan transkrip percakapan saya dengan tukang kibul Telkomsel poin ini:

Penipu: Ya, mohon maaf, Pak. Ini mengganggu aktivitasnya.

Ildaf: Oh ya.

Penipu: Kami ini, Pak, dari Grapari Telkomsel langsung dari Graha Pena Surabaya.

Ildaf: Ya.

Penipu: Saya ditugaskan menghubungi ke nomor anda. Karena sehubungan adanya pemberitahuan penting yang akan disampaikan mengenai paket Halo Poin.

Ildaf: Okey

Penipu: Bapak diminta langsung menghubungi Grapari Telkomsel Pusat Jakarta, Pak.

Ildaf: Oh ya ya, namanya siapa, Mas?

Penipu: Ya?

Ildaf: Dengan siapa saya harus hubungi?

Penipu: Sekarang juga, Pak. Di sambungan telepon, mohon maaf Bapak bisa catat di 02185581712.

Ildaf: Dengan siapa saya harus saya hubungi?

Penipu: Ya?

Ildaf: Saya harus hubungi siapa?

Penipu: Itu, Pak. Langsung dengan bapak Handoko, Pak.

Ildaf: Dengan bapak?

Penipu: Handoko.

Ildaf: Oh iya. Yang harus saya persiapkan apa saja?

Penipu: Maksudnya?

Ildaf: Untuk undian ini, saya harus persiapkan apa saja?

Penipu: Undian apa, Pak? (suara mulai tak berwibawa, terkesan culun hehehe)

Ildaf: Apa terus? Dapat apa saya? (mancing)

Penipu: Ya? (Si penipu mulai bingung)

Ildaf: Lho,katanya tadi saya menang undian.

Penipu: Siapa yang bilang menang undian, Pak?

Ildaf: Oh, apa terus?

Penipu: Ya?

Ildaf: Saya harus menghubungi apa ini. Buat apa ini?

Penipu: Itu pemenang paket Halo Poin, Pak?

Ildaf: Kenapa, Mas?

Penipu: Halo Poin. Paket Halo Poin.

Ildaf: Oh, Paket Halo Poin.

Penipu: Ya.

Ildaf: Kenapa dengan paketnya, Mas?

Penipu: Haaa?

Ildaf: Kenapa dengan paketnya?

Penipu: Paket apa? (suaranya mulai lemas).

Ildaf: Lho, katanya paket poin.

Penipu: Ya udah, Pak. Ma kasih, Pak.

Ildaf: Okey.

Sambungan telepon diputus tut…tut ….tut.

Bukannya penasaran dengan Halo Poin Telkomsel palsu tersebut, saya justru terhibur dengan kejadian ini. Jarang  bisa mainin penipu seperti ini hehehe…

Kenapa saya yakin bahwa orang ini bermaksud menipu? Inilah alasannya:

Pertama, saya tidak pernah ikut undian Telkomsel Poin tahun 2011. Tahun 2010 yang lalu ikut beberapa kali, sayangnya tidak pernah dapat. Akhirnya malas ikut undian begituan.

Kedua, sebagai pelanggan kartu Halo, saya cukup kenal ciri khas operator Telkomsel. Mereka biasanya mengucapkan salam lalu menyebutkan pemilik nomor kartu Halo yang dihubungi.

Kartu Halo memerlukan proses registrasi dan verikasi pelanggan yang tak semudah kartu pra bayar. Operator yang bermaksud menyampaikan sesuatu pasti sudah tahu siapa pemilik nomor yang akan dihubunginya dengan mengecek data pelanggan.

Ketiga, biasanya kalau siang hari yang bertugas menjadi operator rata-rata cewek. Walaupun tidak mutlak seperti perkiraan saya. Kesimpulan ini saya dapat setiap menghubungi layanan keluhan pelanggan kartu Halo 111, pasti suara lembut wanita yang terdengar hehehe… (Mungkin operator cowok khusus malam hari sekaligus ronda).

Keempat, pengumuman pemenang Telkomsel selalu tertera di website resminya. Andai saya ikut undian Halo Poin, tentu saya akan mengecek ke www.telkomsel.com untuk memastikan apakah saya menang atau tidak.

Itu saja kisah dan cara saya mengenali penipuan via telepon.

Ditulis dan diolah oleh Fadli Eha






Baca artikel lainnya



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar